Subscription Form

Berlangganan newsletter seputar AI, analisa data, dan digital marketing

Memahami Cost Per Impression dan Cara Menghitungnya

Cost per Impression – Cost per Impression digunakan dalam kampanye iklan branding, di mana tujuan utama adalah meningkatkan kesadaran merek dan menciptakan pengaruh pada audiens. Ini berbeda dengan model iklan yang didasarkan pada tindakan seperti Cost per Click (CPC) atau Cost per Acquisition (CPA), di mana advertiser membayar ketika pengguna melakukan tindakan tertentu, seperti mengklik iklan atau melakukan pembelian.

Apa itu Cost per Impression?

Cost per Impression (CPM) atau Biaya per Tampilan adalah salah satu jenis model iklan digital di mana advertiser membayar untuk setiap kali iklan mereka ditampilkan atau dilihat oleh pengguna.

Dalam hal ini, impresi adalah setiap kali iklan muncul di halaman web atau aplikasi, dan biaya yang dikeluarkan oleh advertiser dihitung berdasarkan jumlah impresi yang diterima.

Secara teknis, impresi dapat dihitung dalam berbagai cara tergantung pada platform atau media yang digunakan. Pada dasarnya, impresi dihitung setiap kali iklan ditampilkan pada halaman atau aplikasi, meskipun pengguna tidak selalu melihat atau menginteraksinya.

Beberapa platform, seperti kampanye SEM Google Ads, menggunakan definisi yang lebih ketat dari impresi, di mana impresi dihitung hanya ketika iklan muncul sepenuhnya di layar pengguna.

Perhitungan CPM juga dapat bervariasi tergantung pada platform atau media yang digunakan. Dalam kasus Google Ads, CPM dihitung sebagai biaya per 1.000 impresi, sementara platform lain mungkin menggunakan hitungan yang berbeda.

SEM-2

Keuntungan CPM

Keuntungan dari model CPM adalah advertiser dapat memperoleh banyak tampilan atau eksposur merek mereka tanpa harus mengeluarkan biaya yang besar. Dalam beberapa kasus, CPM dapat lebih efektif daripada model iklan yang didasarkan pada tindakan, terutama jika tujuan kampanye adalah untuk meningkatkan kesadaran merek.

Namun, ada juga kelemahan dari model CPM. Karena advertiser membayar berdasarkan jumlah tampilan, bukan tindakan, advertiser tidak dapat mengontrol berapa banyak pengguna yang sebenarnya mengklik iklan atau melakukan tindakan yang diinginkan.

Ini dapat menyebabkan advertiser membayar untuk banyak tampilan yang tidak menghasilkan hasil yang diinginkan.

Selain itu, karena CPM didasarkan pada jumlah impresi, bukan tindakan, advertiser dapat mengalami kesulitan untuk mengukur efektivitas kampanye mereka. Dalam banyak kasus, advertiser perlu melacak metrik tambahan seperti tingkat konversi atau tingkat klik untuk menilai apakah kampanye iklan mereka berhasil atau tidak.

Meskipun demikian, CPM masih menjadi model iklan yang umum digunakan, terutama dalam kampanye branding. Advertiser dapat memperoleh eksposur merek yang luas dengan biaya yang relatif murah, meskipun mereka perlu memperhatikan pengukuran metrik tambahan untuk menilai keberhasilan kampanye mereka.

Fungsi penting Cost per Impression dalam digital marketing

Cost Per Impression (CPI) adalah salah satu metrik dalam periklanan digital yang mengukur biaya per ribu tampilan iklan (dalam bahasa Inggris disebut sebagai Cost Per Thousand Impressions/CPM).

CPI menjadi penting karena mampu memberikan gambaran mengenai efektivitas suatu kampanye iklan di media digital, sehingga dapat membantu pengiklan untuk membuat keputusan yang lebih tepat dalam strategi iklan mereka.

CPI adalah metrik yang digunakan untuk menghitung biaya yang dikeluarkan untuk setiap 1.000 tampilan iklan pada suatu situs web atau aplikasi seluler. CPI juga dapat diartikan sebagai biaya yang dibayar oleh pengiklan untuk setiap kali iklan mereka ditampilkan pada sebuah situs web atau aplikasi seluler.

Dalam periklanan digital, CPI biasanya digunakan bersamaan dengan metrik lain seperti Cost Per Click (CPC) dan Cost Per Action (CPA).

Dalam penggunaannya, CPI umumnya dihitung dengan cara membagi total biaya iklan yang dikeluarkan oleh pengiklan dengan jumlah tampilan iklan yang diterima oleh situs web atau aplikasi seluler. Sebagai contoh, jika seorang pengiklan menghabiskan $100 untuk 10.000 tampilan iklan pada suatu situs web, maka CPI-nya adalah $10.

CPI sangat berguna bagi pengiklan karena memberikan gambaran mengenai efektivitas kampanye iklan mereka. CPI dapat membantu pengiklan untuk menentukan apakah biaya yang dikeluarkan untuk kampanye iklan mereka sepadan dengan hasil yang diperoleh.

fungsi cost per impression

Dengan menggunakan CPI, pengiklan dapat membandingkan efektivitas kampanye iklan mereka di situs web atau aplikasi seluler yang berbeda. Hal ini dapat membantu pengiklan untuk menentukan situs web atau aplikasi seluler yang paling efektif dalam menghasilkan tampilan iklan yang tinggi dengan biaya yang paling efisien.

Selain itu, CPI juga dapat membantu pengiklan untuk memperkirakan berapa biaya yang diperlukan untuk mencapai tujuan kampanye iklan mereka. Misalnya, jika pengiklan ingin mendapatkan 50.000 tampilan iklan, mereka dapat menggunakan CPI untuk menghitung biaya yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut.

Dengan menggunakan CPI, pengiklan dapat menghitung anggaran iklan mereka secara lebih efektif dan memperkirakan hasil yang diharapkan dari kampanye iklan mereka.

Namun, CPI juga memiliki kelemahan yang perlu diperhatikan. Karena CPI hanya mengukur biaya per ribu tampilan iklan, maka tidak memperhitungkan faktor-faktor lain seperti konversi atau penjualan yang dihasilkan dari kampanye iklan tersebut.

Solusi meningkatkan leads/data prospek dan konversi. pakai strategi SEM

Oleh karena itu, pengiklan perlu mempertimbangkan metrik lain seperti CPC dan CPA dalam mengevaluasi efektivitas kampanye iklan mereka.

Alasan penting menggunakan Cost per Impression

Sama seperti strategi marketing digital lainnya Cost per Impression juga memiliki pengaruh yang besar. Bahkan, terdapat berbagai alasan yang penting menjadikan CPI sebagai elemen untuk kampanye digital seperti:

Menentukan Efektivitas Iklan

CPI dapat membantu Anda menentukan efektivitas kampanye iklan Anda. Jika CPI Anda rendah, artinya Anda dapat menjangkau banyak orang dengan biaya yang relatif murah. Namun, jika CPI Anda tinggi, artinya biaya Anda untuk menjangkau pengguna menjadi lebih mahal dan Anda mungkin perlu mengubah strategi iklan Anda.

Meningkatkan ROI

Dengan memperhitungkan CPI, Anda dapat mengoptimalkan kampanye iklan Anda untuk meningkatkan Return on Investment (ROI). Dengan mengetahui CPI Anda, Anda dapat mengevaluasi kampanye iklan Anda dan membuat perubahan yang diperlukan untuk meningkatkan efektivitasnya. Dalam jangka panjang, ini dapat membantu meningkatkan ROI Anda.

belajar digital marketing

Membandingkan Hasil Iklan dengan Pesaing

Dalam persaingan bisnis, membandingkan hasil iklan Anda dengan pesaing Anda dapat memberikan wawasan berharga tentang posisi Anda di pasar. Dengan membandingkan CPI Anda dengan CPI pesaing Anda, Anda dapat mengetahui seberapa efektif kampanye iklan Anda dibandingkan dengan kampanye iklan pesaing Anda.

Cara menghitung Cost per Impression

Untuk menghitung CPI, Anda perlu mengetahui dua variabel seperti biaya iklan dan jumlah tayangan iklan. Biaya iklan adalah jumlah uang yang dikeluarkan untuk menampilkan iklan Anda. Jumlah tayangan iklan adalah jumlah kali iklan Anda ditampilkan kepada pengguna. Untuk menghitung CPI, Anda dapat menggunakan rumus berikut:

CPI = Biaya Iklan / Jumlah Tayangan Iklan

Misalnya, jika Anda mengeluarkan biaya iklan sebesar Rp. 1.000.000 dan iklan Anda ditampilkan sebanyak 100.000 kali, maka CPI Anda adalah:

CPI = Rp. 1.000.000 / 100.000 = Rp. 10

Ini berarti Anda mengeluarkan rata-rata Rp. 10 untuk setiap kali iklan Anda ditampilkan kepada pengguna.

Jarvis - Inovasi Teknologi AI

Manfaatkan solusi praktis menyelesaikan beragam pekerjaan Anda 10x lebih cepat dan efisien. Jarvis AI membantu para Content Writer, SEO, Ads Manager, Data Analyst, Business Intelligence, Copywriter, sampai Tenaga Pendidik. bagaimana caranya?

Akses Jarvis →
Bagikan ke:

Berlangganan Email

Berlangganan newsletter seputar AI, digital marketing, dan analisa data